Sinergi TNI–Polri dan Warga Pulihkan Akses Banjit–Baradatu Pasca Banjir

oleh -49 Dilihat
banner 468x60

WAY KANAN, Lampung – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, menyebabkan Sungai Neki meluap dan merendam akses utama penghubung Banjit–Baradatu, Minggu (1/2/2026).

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu tumbangnya pohon besar yang menutup badan jalan di Dusun 3 Jangu, Kampung Bali Sadhar Utara.
Kondisi tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

banner 336x280

Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti, sementara warga kesulitan beraktivitas, termasuk menuju pusat layanan dan ekonomi.

Merespons situasi darurat itu, Babinsa Koramil 427-05/Banjit, Serda Denara Deli, bersama Bhabinkamtibmas dan warga setempat langsung turun ke lokasi. Informasi dari media sosial resmi Kodim 0427/Way Kanan menyebutkan, penanganan dilakukan melalui gotong royong terpadu untuk mempercepat pemulihan akses.

Gotong Royong Bersihkan Material
Dengan peralatan terbatas, tim gabungan bahu-membahu menyingkirkan batang pohon yang melintang di jalan serta membersihkan lumpur dan material sisa banjir. Proses pembersihan berlangsung sejak pagi hingga akses kembali terbuka.

“Kami hadir sebagai bentuk komitmen TNI untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Ini sudah menjadi tugas kami,” ujar Serda Denara Deli di sela kegiatan.

Sementara itu, aparat kepolisian turut mengatur arus lalu lintas dan memastikan keselamatan warga selama proses pembersihan berlangsung.
Akses Kembali Normal
Berkat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat, jalur Banjit–Baradatu kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas warga pun mulai berangsur pulih.
Salah satu warga setempat, Andi (42), mengaku terbantu dengan respons cepat aparat. “Kalau tidak cepat dibersihkan, mungkin akses ini bisa tertutup lebih lama. Kami sangat terbantu,” ujarnya.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif ke depan, termasuk normalisasi sungai dan perawatan jalur rawan bencana, agar kejadian serupa tidak terulang.

Langkah cepat aparat dalam penanganan bencana ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Namun, upaya mitigasi jangka panjang tetap diperlukan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang. ( R.A.M )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.